Sabtu, 16 Oktober 2010

Artikel tentang musik tradisional cina di Indonesia

Menikmati Musik Tradisional Tiongkok
Lengkingan seruling oleh Yudi Sutanto yang melantunkan lagu Si Gembala Sapi memukau hadirin di Gedung BPD Purwokerto Sabtu malam lalu. Ia tampil bersama musisi Wilsen dan Erwin dari Surabaya, Chen Chun Cui (Bandung), Hu Yi Yang (Malang), Cao Li Siung (Salatiga) dan Miao Jin Mei dari Tiongkok. Mereka memperkenalkan musik tradisional Tiongkok kepada warga Purwokerto lewat pergelaran yang diselenggarakan Yayasan Putera Harapan didukung Dewan Kesenian Banyumas.

Direktur LPK Putera Harapan Bing Handoko mengemukakan, khazanah musik Indonesia sangat beraneka ragam. Masyarakat Tionghoa di Indonesia ingin meramaikan dan menambah khazanah budaya melalui musik tradisional Tiongkok. Agar dapat dinikmati dan dikuasai untuk memperkaya khazanah musik Indonesia.

Ketua DKB Bambang Set menyatakan keinginannya memberi sesuatu yang berarti bagi khazanah musik Banyumas. ''Perlu ada kolaborasi antara musik tradisional Tiongkok dan musik tradisional Banyumasan''.

Mengawali pergelaran itu, Yudi Sutanto yang juga ketua YPH memperkenalkan nama alat musik tradisional Tiongkok. Yaitu, seruling Di, sejenis organ tiup Sheng, sejenis rebab Er Hu, terompet Souna, sejenis siter Gu Zheng, Yang Qin, Liu Ye Win (mandolin), Luo (gong), Pai Hu (drum) dan masih banyak lagi.

Masing-masing musisi mempertontonkan kebolehan alat musik tradisional Tiongkok itu. Di antaranya, Wilsen menyajikan lagu ''Kau Selalu di Hatiku'', dan Chen Chun Cui yang asal Bandung menyajikan lagu daerah setempat ''Bubui Bulan''. (P52-20)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar